Beranda Kuliner Makanan Khas Penjelasan Tempe Semangit, Olahan Tempa Bearoma Khas

Penjelasan Tempe Semangit, Olahan Tempa Bearoma Khas

0
2
manfaat tempe busuk semangit

tempe semangit – Bila dilihat secara sepintas, tempe semangit tampak kurang begitu menarik. Padahal, tempe semangit ini merupakan santapan yang lezat dan kerap kali dijadikan sebagai santapan favorit, khususnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tempe semangit merupakan tempe over fermentation, karena melewati proses fermentasi yang lebih lama dibandingkan dengan tempe pada umumnya. Proses tersebut menghasilkan tesktur tempe dengan warna sedikit cokelat tua dengan aroma asam yang begitu kuat karena masa fermentasi yang cukup lama.

Oleh karena itu, mari kita ulas bersama mengenai tempe semangit ini.

Asal Nama

Berbeda dari tempe pada umumnya yang berwarna putih, tempe semangit memiliki warna yang cenderung lebih gelap. Nama ‘semangit’ yang disematkan kepada tempe ini berasal dari kata ‘sangit’ yang berarti beraroma hangus atau gosong.

Bila Anda mencoba mencium aromanya, tempe ini memang beraroma smoky atau asap yang begitu kuat. Meskipun begitu, aroma tempe ini terbilang unik. Tempe semangit juga bertekstur lembek dan sedikit pliket. Hal ini dikarenakan proses fermentasi yang begitu lama.

Melewati Proses Over Fermentation

Proses fermentasi biasanya tidak pernah lewat dari pembuatan tempe. Namun, berbeda daripada tempe pada umumnya, tempe semangit melalui proses fermentasi yang lebih lama. Tempe ini dibuat dengan cara dibungkus daun pisang. Selanjutnya, tempe disimpan pada suhu ruangan selama sehari. Tempe yang sudah disimpan itu, nanti akan mulai ditumbuhi kapang atau jamur berwarna putih dan merata di seluruh permukaan dari tempe. Tempe selanjutnya siap untuk disantap ataupun diolah sebagaimana tempe pada umumnya.

Akan tetapi, berbeda dengan tempe semangit. Tempe ini dilanjutkan kembali proses fermentasinya selama satu hari lagi. Sehingga, muncul aroma yang tajam dair tempe semangit. Terkadang, tempe semangit juga disebut sebagai tempe bosok atau tempe busuk.

Ciri-ciri Tempe Semangit

Tempe semangit dapat dikenali melalui wujud tempenya. Bila Anda melihat tempe pada umumnya, biasanya memiliki warna putih dengan biji kedelai yang padat serta menyatu. Hal ini berbeda dengan tempe semangit yang memiliki warna cenderung gelap yang diakibatkan perubahan warna dari jamur yang tumbuh pada tempe. Butiran kedelai pada tempe semangit pun terlihat lebih jelas dan mulai terpisah dari jaringan kapang atau jamur yang ada. Selain itu, tekstur tempe menjadi agak basah dengan aroma yang tajam.

Cara Menyimpan Tempe Semangit

Penyimpanan tempe semangit sangat mudah, seperti penyimpanan tempe pada umumnya. Tempe semangit cukup disimpan pada tempat yang bersuhu ruangan. Sebagian orang salah kaprah ketika melihat tempe yang disimpan dan mulai berjamur, lantas dibuang. Padahal, jamur yang tumbuh pada permukaan tempe termasuk yang aman untuk dikonsumsi. Tempe semangit cocok untuk diolah menjadi berbagai macam menu masakan, mulai dari masakan berkuah sampai dengan olahan tumis.

Olahan Tempe Semangit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tempe semangit dapat diolah menjadi santapan yang begitu lezat. Seperti di daerah Malang, Jawa Timur, tempe semangit biasanya diolah menjadi tempe mendol. Selain itu, tempe semangit juga seringkali diolah menjadi sambal tumpang, seperti di Kediri dan Blitar.

Bila Anda menyukai masakan olahan tumisan, tempe semangit cocok untuk dipadukan dengan olahan tumis kacang panjang. Atau, bila Anda yang menyukai olahan masakan berkuah, tempe semangit dapat dipadukan dengan sayur lodeh. Bagi sebagian orang Jawa, menyantap sayur lodeh masih terasa kurang bila tidak dicampur dengan tempe semangit.

Itulah penjelasan mengenai tempe semangit, Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here