Perempuan Memanah itu Boleh, Ini Syaratnya!

Perempuan Memanah itu Boleh, Ini Syaratnya!

Memanah adalah salahsatu olahraga yang digemari oleh Rasulullaah SAW dan dianjurkan untuk diajarkan kepada anak-anak Anda, sebagaimana sabdaNya:

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (HR  Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain Rosululloh SAW pun bersabda:

للهْوُ في ثلاثٍ : تأديبُ فرَسِكَ ، و رمْيُكَ بِقوسِكِ ، و مُلاعَبَتُكَ أهلَكَ

“Lahwun (sesuatu yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembakkan panahmu, engkau bermain-main dengan keluargamu” (HR. Ishaq bin Ibrahim Al Qurrab dalam Fadhail Ar Ramyi no.13 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ 5498)

Nah, namun selanjutnya timbul pertanyaan, bagaimana bila perempuan memanah? Bila dibolehkan, apakah ada syarat-syarat yang harus dipenuhi? Berikut beberapa pendapat para ulama berkaitan dengan syarat-syarat perempuan memanah.

Tidak Boleh Dipertontonkan

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

Syarat ini disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafidzahulla. Sebenarnya, tidak hanya dalam konteks perempuan memanah, namun sebagai syarat utama seorang wanita berolahraga. Mengapa hal ini menjadi syarat? agar menutup laki-laki dapat menyaksikan dan menonton wanita tersebut berolahraga.

Beliau pun menjelaskan bahwa hendaknya olahraga bagi wanita harus jauh dari pandangan laki-laki, sehingga pelatih, guru, murid, staf petugas dan penontonnya hendaknya tidak dari pihak laki-laki. Beliau pun menuturkan kembali, bahwasanya tidak boleh memotret berjalannya kegiatan olahraga wanita, agar gambar yang diambil tidak sampai ke tangan laki-laki dan mereka melihatnya. Terlebih lagi pada zaman era media sosial ini banyak wanita yang suka memposting foto-fotonya yang sedang berolahraga di sosial media. Padahal seharusnya mereka sadar bahwa mereka adalah fitnah atau ujian terbesar bagi laki-laki.

Berdo’a agar Terjaga dari Syaitan

Syaikh Abul ‘Ala’ Al-Mubarakfuri rahimahullah pun berkata bahwa,

“Bila seorang wanita keluar dari rumahnya, maka setan pun akan menghiasinya, makna disana ialah adalah setan yang menghiasinya di mata laki-laki. Pendapat lainnya dari makna tersebut ialah setan melihat seorang wanita tersebut untuk menyesatkannya dan menyesatkan manusia lainnya dengan wanita tersebut atau sering disebut dengan الاستشراف yaitu mengangkat pandangan untuk melihat sesuatu.”

Tidak Meninggalkan Kewajiban Utama: Melayani Suami

Bila Anda sudah menikah, tentu hal ini menjadi sangat penting, karena inilah kewajiban utama seorang perempuan selepas menikah. Nah, bila Anda ingin mencoba berolahraga memanah, jangan sampai kewajiban melayani suami terbengkalai ya!  Pastikan, sebelum Anda berolahraga, segala kewajiban yang ketika itu harus ditunaikan sudah selesai. Ohya, dan yang paling penting, izin dari suami harus Anda dapatkan.

Nah, itulah tiga syarat yang perlu diperhatikan saat Anda memutuskan untuk berolahraga panahan. Ingat loh, syarat-syarat ini bukan untuk mengekang kaum perempuan, namun sebenarnya untuk mengagungkan perempuan itu sendiri. Dalam Islam, perempuan dipandang mempunyai kedudukan yang tinggi, sehingga perlu adanya aturan untuk tetap menjaga kemuliannya.

Wallahu a’lam

Kontributor: Dede Fauzi
Editor: Rijal Muharram

Tinggalkan komentar